Dongeng Luar Angkasa – Tentu Anda tahu tentang sebuah peristiwa astronomi besar pada tahun 2006. Pada tahun tersebut, International Astronomy Union mengadakan rapat di Praha, Republik Ceko, yang memutuskan untuk mencopot status Pluto sebagai sebuah planet. Pluto “turun kasta” hanya menjadi planet kerdil atau Dwarf Planet. Keputusan kontroversial tersebut menyebabkan berbagai diagram dan model yang menjelaskan tentang planet-planet di Tata Surya kita menjadi ketinggalan zaman.
Minggu, 18 Desember 2011
Minggu, 19 Desember 2010
Dari Mana Datangnya Emas?
Dari mana datangnya emas? Dari langit turun ke Bumi, kata peneliti.
Para ilmuwan telah lama mengetahui adanya logam siderophile (“iron-loving” – suka besi) dalam jumlah yang misterius pada mantel Bumi. Logam-logam semacam ini, termasuk emas, dalam bentuk cair cenderung bersenyawa dengan besi.
Para ilmuwan telah lama mengetahui adanya logam siderophile (“iron-loving” – suka besi) dalam jumlah yang misterius pada mantel Bumi. Logam-logam semacam ini, termasuk emas, dalam bentuk cair cenderung bersenyawa dengan besi.
Kamis, 16 Desember 2010
Venus dan "Bulan"-nya
Para astronom belakangan ini sedang sibuk meneliti periode rotasi dan komposisi bulan milik Venus, planet kedua dalam Tata Surya. Hal ini menarik perhatian karena selama ini diketahui Venus tidak memiliki bulan atau satelitnya sendiri.
Sebenarnya, “bulan” milik Venus tersebut juga diperdebatkan: apakah benda langit yang mengitari Venus itu memang dapat disebut sebagai bulan milik Venus atau bukan.
Sebenarnya, “bulan” milik Venus tersebut juga diperdebatkan: apakah benda langit yang mengitari Venus itu memang dapat disebut sebagai bulan milik Venus atau bukan.
Selasa, 07 Desember 2010
Akatsuki Tiba di Venus
Akatsuki akhirnya tiba di Venus Senin sore, 7 Desember 2010. Namun, para pejabat Jepang masih mengevaluasi apakah wahana antariksa milik mereka yang berharga $300 juta dan berat 1000 pon ini telah benar-benar berhasil mencapai orbit di sekitar planet kedua tersebut agar dapat memulai pengamatan cuaca.
Minggu, 05 Desember 2010
Akatsuki Segera Mengorbit Venus
Tujuan utama wahana ini adalah mencari penjelasan tentang atmosfer Venus yang misterius.
Kamis, 02 Desember 2010
Peringatan Venus bagi Bumi
Minggu, 28 November 2010
Cassini: Atsmofer Rhea Mengandung Oksigen
Jumat, 19 November 2010
Hayabusa Membawa Pulang Material dari Asteroid
Hayabusa menjadi wahana antariksa pertama yang berhasil membawa material dari sebuah asteroid ke Bumi. Walaupun kapsul Hayabusa sebelumnya telah kembali ke Bumi pada tahun ini, namun saat itu belum bisa dipastikan apakah debu pada kapsul tersebut berasal dari luar angkasa. Analisis terbaru JAXA (Japanese Aerospace Agency) mengungkapkan, debu tersebut memang berasal dari luar angkasa, bahkan juga mengandung sebuah mineral yang tidak terdapat di permukaan Bumi.
Penelitian lebih lanjut akan mengungkapkan tentang material apa saja yang ada ketika Tata Surya terbentuk. Selain itu, berdasarkan pengetahuan tentang komposisi asteroid, dapat disusun rencana yang lebih terpadu bagi mitigasi efek-efek asteroid terhadap Bumi.
Penelitian lebih lanjut akan mengungkapkan tentang material apa saja yang ada ketika Tata Surya terbentuk. Selain itu, berdasarkan pengetahuan tentang komposisi asteroid, dapat disusun rencana yang lebih terpadu bagi mitigasi efek-efek asteroid terhadap Bumi.
Rabu, 17 November 2010
Jupiter akan Mengenakan Sabuk Lagi
Jupiter memiliki dua sabuk besar. Masing-masing melintang di belahan utara dan selatan planet raksasa tersebut. Pada Mei 2010 lalu, SEB (southern equatorial belt), sabuk raksasa berwarna kecoklatan yang melintang di belahan selatan, menghilang dari pengamatan. Namun, jika foto-foto yang diambil beberapa astronom amatir mengarah ke titik yang tepat, SEB mungkin akan terlihat lagi.
Kini beberapa astronom amatir mengamati bintik putih di atas tempat SEB dulu pernah terlihat. Bintik tersebut diduga menjadi tanda bahwa SEB akan terlihat lagi. Spaceweather menduga, SEB akan kembali dapat dilihat setelah munculnya gangguan pada atmosfer bagian atas Jupiter. Gangguan tersebut mendorong terjadinya penyebaran bintik dan pusaran angin ke seluruh planet. Proses inilah yang menyebabkan munculnya kedua buah sabuk Jupiter.
Kini beberapa astronom amatir mengamati bintik putih di atas tempat SEB dulu pernah terlihat. Bintik tersebut diduga menjadi tanda bahwa SEB akan terlihat lagi. Spaceweather menduga, SEB akan kembali dapat dilihat setelah munculnya gangguan pada atmosfer bagian atas Jupiter. Gangguan tersebut mendorong terjadinya penyebaran bintik dan pusaran angin ke seluruh planet. Proses inilah yang menyebabkan munculnya kedua buah sabuk Jupiter.
Sabtu, 13 November 2010
Mars: Planet Air?
Geografi (atau marsografi?) belahan utara dan kutub selatan Mars sangat berbeda. Selama ini data yang diperoleh dari Mars menunjukkan, kondisi-kondisi yang dapat menopang kehidupan hanya ada di belahan selatan Mars. Namun, data observasi terbaru dari dua wahana antariksa tak berawak yang mengorbit Mars menemukan adanya mineral di kutub utara Mars. Artinya, pada salah satu fase dalam sejarah Mars, kondisi yang dapat menopang kehidupan pernah ada secara global di planet merah tersebut.
Mars Express milik ESA dan Mars Reconnaissance milik NASA menemukan mineral-mineral lempung, yang merupakan tanda adanya lingkungan basah, pada ribuan situs di dataran tinggi Mars belahan selatan. Di belahan itu, bebatuan di atas maupun di dekat permukaan berusia hingga 4 milyar tahun. Hingga minggu ini minggu ke-2 November 2010), memang mineral semacam itu memang tidak ditemukan di belahan utara Mars yang berupa dataran rendah. Di sisi ini, aktivitas vulkanik yang lebih muda telah mengubur lebih dalam permukaan yang usinya lebih tua.
Mars Express milik ESA dan Mars Reconnaissance milik NASA menemukan mineral-mineral lempung, yang merupakan tanda adanya lingkungan basah, pada ribuan situs di dataran tinggi Mars belahan selatan. Di belahan itu, bebatuan di atas maupun di dekat permukaan berusia hingga 4 milyar tahun. Hingga minggu ini minggu ke-2 November 2010), memang mineral semacam itu memang tidak ditemukan di belahan utara Mars yang berupa dataran rendah. Di sisi ini, aktivitas vulkanik yang lebih muda telah mengubur lebih dalam permukaan yang usinya lebih tua.
Makhluk Hidup Pertama di Bumi Mungkin Hidup di Angkasa
Bentuk kehidupan yang pertama kali ada di Bumi mungkin bukan terbentuk di air yang menggenang di permukaan, melainkan melayang-layang di angkasa. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature menemukan bahwa sejak sekitar 1,2 milyar tahun silam, atmosfer Bumi telah mengandung cukup oksigen sehingga mampu mendukung bentuk-bentuk kehidupan yang kompleks.
Bukti bagi penelitian ini diperoleh dari sedimen purba di Skotlandia. Pada batuan tersebut, ditemukan bakteri yang memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi dan tetap hidup hingga 1,2 milyar tahun silam.
Kemungkinan tersebut semakin terbuka setelah sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Arizona menemukan bahwa molekul-molekul organik yang kompleks, termasuk asam-asam amino (amino acids) dan nucleotide bases, yang merupakan unsur kehidupan paling penting di Bumi, bisa terbentuk di atmosfer bagian atas yang berkabut pada Titan, bulan terbesar Saturnus.
Bukti bagi penelitian ini diperoleh dari sedimen purba di Skotlandia. Pada batuan tersebut, ditemukan bakteri yang memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi dan tetap hidup hingga 1,2 milyar tahun silam.
Kemungkinan tersebut semakin terbuka setelah sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Arizona menemukan bahwa molekul-molekul organik yang kompleks, termasuk asam-asam amino (amino acids) dan nucleotide bases, yang merupakan unsur kehidupan paling penting di Bumi, bisa terbentuk di atmosfer bagian atas yang berkabut pada Titan, bulan terbesar Saturnus.
Eris, “Planet Kesepuluh”: Mungkin Lebih Kecil daripada Pluto
Ketika Eris ditemukan oleh Mike Brown pada 2005, planet kerdil ini langsung merebut status Pluto sebagai planet kerdil dan objek luar angkasa terbesar di Kuiper Belt, cincin yang dihuni benda-benda luar angkasa berlapis es setelah Neptunus.
Namun, mungkin Pluto akan kembali merebut status tersebut setelah okultasi (occultation), atau melintasnya sebuah benda angkasa di depan benda angkasa lain, pada November 2010 ini membuka kemungkinan bahwa Eris lebih kecil daripada Pluto.
Namun, mungkin Pluto akan kembali merebut status tersebut setelah okultasi (occultation), atau melintasnya sebuah benda angkasa di depan benda angkasa lain, pada November 2010 ini membuka kemungkinan bahwa Eris lebih kecil daripada Pluto.
Jumat, 12 November 2010
Penjelasan Baru tentang Sisi Gelap Bulan
“I’ll see you on the dark side of the moon”, demikian bunyi lirik salah satu lagu Pink Floyd. “Dark side of the moon” atau “sisi gelap bulan” pada larik itu merujuk pada suatu keadaan yang memang ada namun misterius dan tak terlihat oleh mata telanjang. Dengan demikian, istilah itu lebih cenderung bersifat metaforis, bukan denotatif atau merujuk pada makna sebenarnya.
Akan tetapi metafor dibentuk dengan membandingkan dua hal atau keadaan yang salah satu aspeknya memiliki kesamaan. Keadaan yang dilukiskan oleh Pink Floyd itu memang dalam pengertian tertentu mirip dengan fenomena yang diperlihatkan oleh Bulan, yang salah satu sisinya tidak pernah dapat terlihat dengan mata telanjang dari Bumi.
Akan tetapi metafor dibentuk dengan membandingkan dua hal atau keadaan yang salah satu aspeknya memiliki kesamaan. Keadaan yang dilukiskan oleh Pink Floyd itu memang dalam pengertian tertentu mirip dengan fenomena yang diperlihatkan oleh Bulan, yang salah satu sisinya tidak pernah dapat terlihat dengan mata telanjang dari Bumi.
Selasa, 09 November 2010
Gambar Hari Ini: Sunspot 1211 Melontarkan Berkas Sinar-X Paling Terang
Sunspot atau Bintik Matahari 1121 melontarkan salah satu berkas sinar-x paling terang dalam beberapa tahun terakhir. Pancaran ini termasuk erupsi kelas M5.4 dan berlangsung pada pukul 15:36 UT pada, 6 November 2010. Radiasi dari pancaran ini menciptakan gelombang ionisasi pada atmosfer Bumi bagian atas yang menghambat penyebaran gelombang radio berfrekuensi rendah. Namun tidak ada CME (awan plasma) yang mengarah ke Bumi sehingga tidak ada aurora yang dapat terlihat.
Sumber gambar: spacefellowship.com
Sumber gambar: spacefellowship.com
Sabtu, 06 November 2010
Malcolm Hartley: Sang Penemu Komet
Petang itu, 16 Maret 1986, Hartley melaksanakan prosedur kendali mutu untuk teleskop Schmidt berukuran 1,2 meter milik Siding Spring Observatory di New South Wales, Australia. Ia memeriksa pelat kaca foto berukuran 36 x 36 cm (14 x 14 inci) setelah pelat itu terpapar langit malam selama 60 menit pada malam sebelumnya. Ia menemukan sesuatu yang seharusnya tidak ada pada pelat tersebut.
Pada pelat itu, bintang dan benda-benda langit yang lain tampak sebagai gambar-gambar berwarna hitam dengan latar belakang yang jernih. Hartley menemukan citraan kabur seperti kabut berwarna gelap di sekitar citraan sebuah jalur. Jalur itu menunjukkan adanya suatu benda yang bergerak cepat di luar angkasa. Asteroid tidak menimbulkan citraan seperti kabut itu. Hartley menduga, jalur itu adalah sebuah komet.
Pada pelat itu, bintang dan benda-benda langit yang lain tampak sebagai gambar-gambar berwarna hitam dengan latar belakang yang jernih. Hartley menemukan citraan kabur seperti kabut berwarna gelap di sekitar citraan sebuah jalur. Jalur itu menunjukkan adanya suatu benda yang bergerak cepat di luar angkasa. Asteroid tidak menimbulkan citraan seperti kabut itu. Hartley menduga, jalur itu adalah sebuah komet.
Kamis, 04 November 2010
Mencari Mikroba di Mars
Dalam sejarah planet kita, diketahui bahwa Bumi saling bertukar bebatuan sebanyak sekitar satu juta ton dengan planet tetangga, Mars. Kini ilmuwan berpikir, apakah mungkin bahwa satu atau sebagian dari bebatuan tersebut mengandung mikroba (atau mikroba-mikroba) mungil yang selamat ketika menempuh perjalanan antarplanet?
Pada 2018 nanti, ilmuwan akan menguji hipotesis tersebut dengan melakukan pencarian DNA di bawah permukaan Mars. DNA tersebut diperkirakan mirip dengan DNA yang ada di Bumi. Proyek tersebut akan didanai oleh NASA dan anggotanya para ilmuwan dari MIT. Namanya agak “meleset” dari nama yang telah dikenal umum dalam pencarian makhluk hidup di luar planet Bumi: SETG - Search for Extraterrestrial Genome/Pencarian Genom di Luar Bumi.
Pada 2018 nanti, ilmuwan akan menguji hipotesis tersebut dengan melakukan pencarian DNA di bawah permukaan Mars. DNA tersebut diperkirakan mirip dengan DNA yang ada di Bumi. Proyek tersebut akan didanai oleh NASA dan anggotanya para ilmuwan dari MIT. Namanya agak “meleset” dari nama yang telah dikenal umum dalam pencarian makhluk hidup di luar planet Bumi: SETG - Search for Extraterrestrial Genome/Pencarian Genom di Luar Bumi.
Selasa, 02 November 2010
Mars Pernah Dihuni Makhluk Hidup
Sekitar 3,5 juta tahun lalu, iklim di Mars berubah drastis dari hangat dan basah menjadi kering dan dingin. Sekelompok ahli geologi planet dari Brown University memperoleh bukti tentang perubahan iklim tersebut. Bukti ini sekaligus mengisyaratkan adanya sebuah microenvironment (lingkungan hidup mikro) di Mars.
Bukti tersebut berupa gundukan mineral yang tertimbun dalam lereng sebuah bekas gunung berapi. Diduga, gundukan tersebut terbentuk sekitar 3,5 juta tahun lalu. Dengan menggunakan Mars Reconnaissance Orbiter, para geolog tersebut memastikan bahwa mineral tersebut adalah silika hidrat (hydrated silica).
Bukti tersebut berupa gundukan mineral yang tertimbun dalam lereng sebuah bekas gunung berapi. Diduga, gundukan tersebut terbentuk sekitar 3,5 juta tahun lalu. Dengan menggunakan Mars Reconnaissance Orbiter, para geolog tersebut memastikan bahwa mineral tersebut adalah silika hidrat (hydrated silica).
Sabtu, 30 Oktober 2010
Merapi, Venus
Letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah-DIY membuat kita sadar bahwa Bumi adalah sebuah planet yang "hidup". Jutaan tahun yang lalu, ketika Matahari masih sangat muda dan menebarkan panas yang jauh lebih panas daripada yang kita rasakan sekarang ini, Bumi adalah gumpalan debu dan gas angkasa yang panas membara, bergolak dan berpijar-pijar.
Ketika tungku di Matahari menjadi lebih tenang dan panasnya relatif stabil, Bumi turut menjadi dingin. Debu dan gas-gas angkasa membeku menjadi kerak Bumi, yang sekarang kita sebut sebagai lapis-lapis bebatuan. Akan tetapi di antara gas-gas itu masih ada yang terjebak di balik lapisan kerak Bumi. Itulah yang kita kenal sebagai magma. Ketika mengalir ke permukaan Bumi, magma itu kita sebut lahar atau lava.
Jumat, 29 Oktober 2010
Tata Surya: Sistem yang Lazim di Angkasa Raya
Keluarga Matahari kita kemungkinan besar bukan satu-satunya keluarga langit di alam semesta ini. Pengamatan terbaru yang dilakukan Andrew Howard dan Geoffrey Marcy dari Universitas Berkeley, California, menunjukkan bahwa sistem serupa juga ada pada bintang-bintang lain.
Satu dari empat bintang yang mirip dengan Matahari bisa jadi memiliki planet yang seukuran Bumi.
Howard dan Marcy mengamati 166 bintang tipe G dan K. Jarak kedua bintang tersebut dari Bumi adalah 80 tahun cahaya, setara dengan 757 trilyun kilometer.
Kamis, 28 Oktober 2010
Resolusi B5 dan B6 IAU
Resolusi B5 dan B6 dikeluarkan oleh IAU (International Astronomical Union) untuk menyikapi perdebatan tentang status Pluto. Dalam buku-buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan di sekolah tingkat menengah di Indonesia, Pluto disebut sebagai planet ke-9 dalam sistem Tata Surya kita. Akan tetapi penelitian-penelitian terbaru menunjukkan bahwa Pluto tidak memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah Planet. Oleh karena itu statusnya kemudian diubah.
Langganan:
Postingan (Atom)


















