Selasa, 07 Desember 2010

Akatsuki Tiba di Venus

Akatsuki akhirnya tiba di Venus Senin sore, 7 Desember 2010. Namun, para pejabat Jepang masih mengevaluasi apakah wahana antariksa milik mereka yang berharga $300 juta dan berat 1000 pon ini telah benar-benar berhasil mencapai orbit di sekitar planet kedua tersebut agar dapat memulai pengamatan cuaca.

Minggu, 05 Desember 2010

Akatsuki Segera Mengorbit Venus

Venus akan segera menyambut pengunjung baru. Pada 7 Desember 2010, Venus Climate Orbiter Akatsuki, wahana antariksa tak berawak milik Jepang, akan memasuki orbitnya.

Tujuan utama wahana ini adalah mencari penjelasan tentang atmosfer Venus yang misterius.

Kamis, 02 Desember 2010

Peringatan Venus bagi Bumi

Venus Express milik ESA menemukan sebuah lapisan sulfur dioksida misterius di Venus. Selain menambah pengetahuan tentang planet ke-2 tersebut, lapisan itu juga menjadi semacam peringatan bagi penghuni Bumi agar tidak menambah kandungan sulfur sehingga pemanasan global dapat dicegah.

Rabu, 17 November 2010

Jupiter akan Mengenakan Sabuk Lagi

Jupiter memiliki dua sabuk besar. Masing-masing melintang di belahan utara dan selatan planet raksasa tersebut. Pada Mei 2010 lalu, SEB (southern equatorial belt), sabuk raksasa berwarna kecoklatan yang melintang di belahan selatan, menghilang dari pengamatan. Namun, jika foto-foto yang diambil beberapa astronom amatir mengarah ke titik yang tepat, SEB mungkin akan terlihat lagi.

Kini beberapa astronom amatir mengamati bintik putih di atas tempat SEB dulu pernah terlihat. Bintik tersebut diduga menjadi tanda bahwa SEB akan terlihat lagi. Spaceweather menduga, SEB akan kembali dapat dilihat setelah munculnya gangguan pada atmosfer bagian atas Jupiter. Gangguan tersebut mendorong terjadinya penyebaran bintik dan pusaran angin ke seluruh planet. Proses inilah yang menyebabkan munculnya kedua buah sabuk Jupiter.

Sabtu, 13 November 2010

Mars: Planet Air?

Geografi (atau marsografi?) belahan utara dan kutub selatan Mars sangat berbeda. Selama ini data yang diperoleh dari Mars menunjukkan, kondisi-kondisi yang dapat menopang kehidupan hanya ada di belahan selatan Mars. Namun, data observasi terbaru dari dua wahana antariksa tak berawak yang mengorbit Mars menemukan adanya mineral di kutub utara Mars. Artinya, pada salah satu fase dalam sejarah Mars, kondisi yang dapat menopang kehidupan pernah ada secara global di planet merah tersebut.

Mars Express milik ESA dan Mars Reconnaissance milik NASA menemukan mineral-mineral lempung, yang merupakan tanda adanya lingkungan basah, pada ribuan situs di dataran tinggi Mars belahan selatan. Di belahan itu, bebatuan di atas maupun di dekat permukaan berusia hingga 4 milyar tahun. Hingga minggu ini minggu ke-2 November 2010), memang mineral semacam itu memang tidak ditemukan di belahan utara Mars yang berupa dataran rendah. Di sisi ini, aktivitas vulkanik yang lebih muda telah mengubur lebih dalam permukaan yang usinya lebih tua.

Makhluk Hidup Pertama di Bumi Mungkin Hidup di Angkasa

Bentuk kehidupan yang pertama kali ada di Bumi mungkin bukan terbentuk di air yang menggenang di permukaan, melainkan melayang-layang di angkasa. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature menemukan bahwa sejak sekitar 1,2 milyar tahun silam, atmosfer Bumi telah mengandung cukup oksigen sehingga mampu mendukung bentuk-bentuk kehidupan yang kompleks.

Bukti bagi penelitian ini diperoleh dari sedimen purba di Skotlandia. Pada batuan tersebut, ditemukan bakteri yang memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi dan tetap hidup hingga 1,2 milyar tahun silam.

Kemungkinan tersebut semakin terbuka setelah sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Arizona menemukan bahwa molekul-molekul organik yang kompleks, termasuk asam-asam amino (amino acids) dan nucleotide bases, yang merupakan unsur kehidupan paling penting di Bumi, bisa terbentuk di atmosfer bagian atas yang berkabut pada Titan, bulan terbesar Saturnus.

Jumat, 12 November 2010

Air di Bumi Mungkin Telah Ada Sejak Hari Pertama

Salah satu misteri alam terbesar bagi ilmu pengetahuan adalah asal mula samudera. Dari mana air sebanyak itu berasal? Nebula di mana Bumi dilahirkan sekitar 4 milyar tahun silam sangat dekat dengan Matahari. Suhu pada waktu itu tentu sangat tinggi sehingga air, jika ada, hanya bisa berbentuk uap.

Nyatanya, Bumi tetap memiliki air yang berbentuk cair. Jadi, debu angkasa yang membentuk planet kita ini tentu jenis debu yang kering dan air di Bumi baru muncul setelah Bumi terlahir sempurna.

Rabu, 10 November 2010

Gambar Hari Ini: Merapi dari Satelit Terra

Selama terjadinya letusan, Gunung Merapi tersaput kabut sehingga menyulitkan pemantauan secara visual oleh petugas di lapangan. Namun pada 30 Oktober 2010, instrumen ASTER (Advandced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer) yang dipasang pada satelit Terra milik NASA memotret jejak abu panas, bebatuan dan kubah lava yang berpijar. Data thermal tersebut dipadukan dengan peta tiga dimensi sehingga lokasi aliran lava dapat ditentukan. Peta tiga dimensi dari model topografis global tersebut dibuat dengan mengolah pengamatan stereo ASTER.


Sumber: Spacefellowship

Kamis, 04 November 2010

Mencari Mikroba di Mars

Dalam sejarah planet kita, diketahui bahwa Bumi saling bertukar bebatuan sebanyak sekitar satu juta ton dengan planet tetangga, Mars. Kini ilmuwan berpikir, apakah mungkin bahwa satu atau sebagian dari bebatuan tersebut mengandung mikroba (atau mikroba-mikroba) mungil yang selamat ketika menempuh perjalanan antarplanet?

Pada 2018 nanti, ilmuwan akan menguji hipotesis tersebut dengan melakukan pencarian DNA di bawah permukaan Mars. DNA tersebut diperkirakan mirip dengan DNA yang ada di Bumi. Proyek tersebut akan didanai oleh NASA dan anggotanya para ilmuwan dari MIT. Namanya agak “meleset” dari nama yang telah dikenal umum dalam pencarian makhluk hidup di luar planet Bumi: SETG  - Search for Extraterrestrial Genome/Pencarian Genom di Luar Bumi.

Selasa, 02 November 2010

Mars Pernah Dihuni Makhluk Hidup

Sekitar 3,5 juta tahun lalu, iklim di Mars berubah drastis dari hangat dan basah menjadi kering dan dingin. Sekelompok ahli geologi planet dari Brown University memperoleh bukti tentang perubahan iklim tersebut. Bukti ini sekaligus mengisyaratkan adanya sebuah microenvironment (lingkungan hidup mikro) di Mars.

Bukti tersebut berupa gundukan mineral yang tertimbun dalam lereng sebuah bekas gunung berapi. Diduga, gundukan tersebut terbentuk sekitar 3,5 juta tahun lalu. Dengan menggunakan Mars Reconnaissance Orbiter, para geolog tersebut memastikan bahwa mineral tersebut adalah silika hidrat (hydrated silica).

Sabtu, 30 Oktober 2010

Merapi, Venus

Letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah-DIY membuat kita sadar bahwa Bumi adalah sebuah planet yang "hidup". Jutaan tahun yang lalu, ketika Matahari masih sangat muda dan menebarkan panas yang jauh lebih panas daripada yang kita rasakan sekarang ini, Bumi adalah gumpalan debu dan gas angkasa yang panas membara, bergolak dan berpijar-pijar.

Ketika tungku di Matahari menjadi lebih tenang dan panasnya relatif stabil, Bumi turut menjadi dingin. Debu dan gas-gas angkasa membeku menjadi kerak Bumi, yang sekarang kita sebut sebagai lapis-lapis bebatuan. Akan tetapi di antara gas-gas itu masih ada yang terjebak di balik lapisan kerak Bumi. Itulah yang kita kenal sebagai magma. Ketika mengalir ke permukaan Bumi, magma itu kita sebut lahar atau lava.

Kamis, 28 Oktober 2010

Resolusi B5 dan B6 IAU

Resolusi B5 dan B6 dikeluarkan oleh IAU (International Astronomical Union) untuk menyikapi perdebatan tentang status Pluto. Dalam buku-buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan di sekolah tingkat menengah di Indonesia, Pluto disebut sebagai planet ke-9 dalam sistem Tata Surya kita. Akan tetapi penelitian-penelitian terbaru menunjukkan bahwa Pluto tidak memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah Planet. Oleh karena itu statusnya kemudian diubah.